Rabu, 04 Desember 2013

BISNIS ONLINE

Bisnis online merupakan bisnis yang dijalankan secara online dengan menggunakan internet sebagai media dalam pemasaran produk dan jasa. Bisnis online merupakan bisnis yang tak terbatas cakupannya bahkan bisa mencapai seluruh penjuru dunia. Bisnis ini seringkali tidak membutuhkan modal yang besar sebagaimana bisnis lainnya, bahkan cara kerjanya pun sangat sederhana yaitu hanya perlu duduk didepan layar komputer atau leptop asalkan terhubung dengan internet dan anda pun bisa langsung menjalankan bisnis online ini.
Disisi lain anda sebagai customer maupun orang yang melakukan bisnis online perlu berhati-hati karena sudah banyak sekali kasus penipuan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Contoh Kasus Bisnis Online

Awas! Kasus Penipuan Marak Terjadi Di Online Shop

Merdeka.com - Mendengar kata penipuan sejatinya bukanlah hal baru bagi Anda yang sudah familiar dengan bisnis dunia maya. Sebagai pelaku bisnis online, Anda harus tahu bagaimana mengenali para penipu ulung yang siap merugikan Anda.

Chandra Setiawan, seorang pemilik online shop GudangBajuTidur.co.id yang pernah sekali mengalami penipuan. Meski hanya tertipu sekali, Chandra mengaku dirinya sangat sering menghadapi orang-orang yang bermaksud menipunya.

"Pertama kali tertipu, saya memang dikejar-kejar sama customer itu. Katanya dia buru-buru butuh barangnya. Orang itu memberikan kartu transfer palsu, karena dulu masih belum ada pengalaman ya saya percaya kalau dia sudah transfer. Langsung kita kirim, eh ternyata bukti transfernya fiktif", cerita Chandra.


Lelaki yang pernah bekerja di China ini kemudian berbagi pengalaman untuk menghindari penipuan kepada Merdeka.com. "Untuk menghadapi penipuan, kita memang harus teliti dan hati-hati. Jangan mudah percaya pada customer yang ngakunya sudah transfer dan bahkan punya bukti transferan. Modus seperti ini sudah banyak. Yang kedua, kalau ada customer suka marah-marah, minta barangnya dikirim cepet, Anda juga harus waspada karena pada dasarnya orang yang niat beli di online shop sudah tahu kalau barangnya butuh beberapa waktu untuk datang. Jadi mereka pasti lebih sabar", terang Chandra.

Menurut Chandra, modus penipuan di online shop kini sudah sangat canggih, sehingga sebagai orang yang berkecimpung di dalamnya, Anda mungkin perlu juga berhati-hati. "Banyak mbak modusnya. Kadang ngakunya barang yang sampai ada yang kurang. Kami nggak tanggung jawab, tapi ekspedisi yang mengganti. Nah, kan kasihan itu ekspedisinya. Tapi bagusnya dari situ kami dan ekspedisi akhirnya sama-sama memperbaiki sistem kami", lanjut Chandra.



Jual Beli Smartphone Jadi Penipuan Belanja Online Terbanyak



TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Setahun terakhir, polisi banyak menangani kasus penipuan yang terjadi melalui belanja online di internet.

Modusnya beragam, mulai berkedok penjual gadget, elektronik, sampai penjual jersey pemain sepakbola. Di Surabaya saja misalnya, sepanjang 2012 hingga awal 2013, tercatat ada 71 kasus penipuan belanja online.

“Banyak yang sudah melapor, namun lebih banyak yang tidak melapor. Total kerugian bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran Rupiah,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman, Selasa (26/3/2013).

Kanit Kejahatan Umum (Jatanum) Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Solikin Ferry menjelaskan, rata-rata kasus penipuan belanja online yang sampai ke mejanya, adalah kasus jual beli smartphone. Kebanyakan, korban tertarik dengan harga miring yang dipatok pelaku. Tentu, harga itu jauh di bawah pasaran.

“Misalnya, harga iPhone 5 yang di pasaran Rp 10 juta, dipatok pelaku hanya Rp 5 juta. Siapapun pasti tertarik dengan potongan sampai separuh harga normal. Korban tidak menyadari sudah masuk perangkap pelaku,” urai Ferry.

Tergiur iklan yang disebar pelaku di berbagai situs belanja online dan media sosial seperti Twitter, Kaskus, Facebook, email sampai BlackBerry Messenger (BBM), korban biasanya mengontak nomor telepon yang tertera di iklan. Kadang pelaku mau ditelepon, namun obrolan lebih banyak dilakukan via layanan pesan singkat (SMS).

Ketika harga sudah disepakati, pelaku meminta korban untuk mentransfer uang pembayaran lebih dulu. Untuk meyakinkan korbannya, pelaku membuat nomor resi pengiriman palsu. Setelah dicek, ternyata nomor resi tidak terdaftar di perusahaan jasa pengiriman.
“Korban baru sadar tertipu setelah barang pesanan tak jua sampai ke tangannya. Nomor ponsel pelaku biasanya tidak aktif setelah transaksi dilakukan,” imbuh alumnus Akademi Kepolisian 2007.

Analisis
Dari kedua kasus diatas bisa kita lihat bahwa tidak hanya customer yang bisa menjadi korban penipuan bisnis online namun pelaku bisnis online pun bisa menjadi korban penipuan oleh customer yang akan membeli produknya maka dari itu dibutuhkan ketenangan dan ketelitian jika menghadapi customer yang berprilaku mencurigakan. Sebagai customer anda perlu selektif dan pintar dalam memilih situs-situs online yang menyediakan barang dan jasa. berikut 6 Tips Aman Berbelanja di Toko Online

1. Gunakan software keamanan
Gunakanlah software keamanan yang bukan hanya memberikan perlindungan dasar pada perangkat Anda dari ancaman virus dan spyware, tapi juga membantu mendeteksi berbagai serangan berbahaya sebelum terjadi. Saat ini, sudah tidak etis lagi bila kita mengandalkan solusi antivirus sederhana, namun pada sebuah software keamanan harus dilengkapi pula dengan firewall dua arah, enkripsi password, toolbar anti-phishing dan update yang berkala.
Piranti lunak keamanan yang Anda gunakan harus mengandung fitur yang mampu mendeteksi malware dan melampaui kemampuan solusi keamanan tradisional. Salah satu software kemanan yang cukup ampuh untuk mengatasi masalah keamanan berbelanja online adalah Norton Safe Web. Software ini cukup unggul karena memiliki fasilitas forum yang dapat digunakan oleh para pengguna untuk saling berbagi informasi.

2. Belanja di situs yang sudah memiliki Secure Sockets Layer (SSL)
Anda sangat disarankan hanya berbelanja di situs atau penjual online yang menawarkan transaksi aman. Beberapa situs menampilkan label ‘certified secure’ dengan logo atau sertifikat online yang muncul di laman situs atau saat Anda hendak membayar. Sertifikat kemanan yang bisa dipercaya saat ini umumnya dikeluarkan oleh beberapa organisasi ternama seperti Verisign, DigiCert dan Go Daddy.
Apa arti dari sertifikat itu? Sertifikasi ini menunjukkan bahwa sebuah situs telah menggunakan keamanan Secure Sockets Layer (SSL). Jika tempat Anda berbelanja tak menawarkan SSL, sebaiknya Anda mencari tempat belanja lainnya.

3. Waspadai phishing dan pharming
Sudah tahu apa istilah phishing dan pharming? Kedua istilah ini mengacu pada teknik penipuan online yang bertujuan untuk mencuri informasi keuangan pribadi seperti nomor kartu kredit. Phishing adalah email penipuan yang seakan-akan berasal dari sebuah toko, bank atau perusahaan kartu kredit. Email ini mungkin mengajak Anda untuk melakukan berbagai hal, misalnya memverifikasi informasi kartu kredit, meng-update password dan lainnya.
Nah, yang agak lebih sulit untuk dideteksi adalah pharming. Ini mengacu pada sebuah halaman web palsu yang dibuat oleh penipu sehingga mirip halaman akhir dari sebuah situs belanja.
Cara paling baik untuk melindungi diri dari phishing dan pharming adalah dengan memiliki piranti lunak keamanan yang ter-update. Sebagai tambahan, pastikan Anda mengetikkan secara manual halaman web toko online di browser Anda. Jangan meng-klik lewat tautan yang ada di email atau tempat lain.

4. Berbelanjalah di toko online yang sudah terkenal
Ada sejumlah situs besar, termasuk Google, Yahoo, MSN, Amazon dan CNET yang menyediakan layanan pencarian dan akses ke berbagai situs berbelanja terpercaya. Selain berguna untuk membanding-bandingkan, setiap situs itu juga memiliki sistem rating berdasarkan kepuasan pembeli. Bahkan, ada juga situs yang menyediakan review dari sesama pengguna. Sehingga, Anda bisa tahu situs belanja mana yang mengantarkan barang dengan baik, tepat waktu dan tepat barang, serta bagaimana mereka menangani pengembalian barang.

5. Gunakan kartu kredit, jangan debit
Ini satu tips belanja online yang patut diperhatikan: gunakan kartu kredit, bukan kartu debit. Karena kartu kredit biasanya sudah dilengkapi dengan perlindungan terhadap penipuan, kiriman yang hilang dan barang yang rusak serta berbagai masalah lainnya.
Pastikan penyedia kartu kredit Anda menawarkan hal itu. Masalah utama dari kartu debit, jika digunakan online, adalah bahwa kartu itu merupakan sambungan langsung ke rekening bank Anda. Jika penipu berhasil mencuri nomor kartu kredit mereka, bencana yang timbul mungkin tak terlalu besar. Tapi bayangkan jika yang bobol adalah kartu debit Anda.

6. Perhatikan hal-hal kecil
Ada beberapa hal kecil yang harus diperhatikan saat belanja online:
- Privacy Statements (pernyataan soal kerahasiaan data), periksa dan baca dulu kebijakan penjual online soal data pribadi Anda sebelum melakukan pembelian. Pastikan mereka tak akan menjual informasi pribadi pada pihak lain.
- Return Policies (kebijakan soal pengembalian barang), hal semacam ini lebih penting di belanja online ketimbang di dunia fisik. Baju yang nampak berwarna biru muda di layar monitor bisa jadi akan terlihat biru tua saat sampai di tangan Anda. Akankah toko menerima pengembalian semacam ini? Adakah biaya terkait hal itu? Cari tahu sebelum Anda membeli.
- Terms of Agreement (kesepakatan) , jika pembelian melibatkan layanan gerbang pembayaran (payment gateway) online, seperti PayPal, pastikan Anda memahami bahwa layanan itu juga akan melindungi Anda dari hal-hal merugikan.
- Gift Cards (voucher hadiah), saat ini makin banyak hadiah yang dihadirkan dalam bentuk voucher. Hal ini disukai oleh para konsumen dan banyak membantu saat belanja di waktu yang sempit. Pastikan Anda mengetahui kebijakan dari penggunaan setiap kartu voucher tersebut. (dhi/gal)


Referensi :
http://www.merdeka.com/gaya/awas-kasus-penipuan-marak-terjadi-di-online-shop.html
http://www.tribunnews.com/regional/2011/07/19/bos-tekstil-terancam-10-tahun-penjara
http://tekno.liputan6.com/read/645698/6-tips-aman-berbelanja-di-toko-online





Senin, 02 Desember 2013

Tips Kreatifitas Tumbuh Secara Natural !!!

Mau Kreativitas Tumbuh Secara Natural ? Ikuti Tips Berikut Ini. Menemukan solusi yang jitu dan mengambil “action” yang cepat tentu sangat kritikal bagi kita. Pada banyak situasi, kita bisa melihat betapa kadang kita terjebak pada terpusatnya “berpikir” pada satu individu, dan lambatnya energi untuk bergerak didistribusikan pada individu lain.

Saat saya menanyakan hal operasional pada sebuah tim di perusahaan, kerap kali jawaban yang saya terima adalah, “Tunggu ya, saya cek dulu.” Meski sebetulnya sifatnya operasional, namun jawaban yang ditunggu biasanya tidak bisa segera saya terima. Padahal, koordinasi sangat dibutuhkan dengan cepat.

Setelah diusut, masalahnya bukan pada pendelegasian, tapi lebih pada kehendak untuk berpikir sedikit lebih keras dalam mencari solusi dan mengambil resiko. Inilah gejala kreativitas yang tidak disuburkan. Padahal, di jaman sekarang, setiap pimpinan perusahaan pastilah mengharapkan timnya untuk berpikir kreatif. Hanya saja, kenyataan untuk menebarkan mindset ini tidaklah mudah.

Meski kreativitas terus didengungkan, sebuah survey menemukan bahwa 75 persen populasi orang bekerja tidak mengedepankan kreativitas dalam pola pikir dan pola bekerjanya. Artinya: di tempat kerja, tuntutan dan tekanan masih mengarah pada produktivitas, yang tidak dikaitkan dengan kreativitas.

Sebanyak 55 persen dari populasi sampel memang menyatakan pentingnya kreativitas dan mengungkapkan keinginan untuk kreatif, namun kebanyakan mereka tetap beranggapan itu bukan harapan terpenting dari perusahaan pada dirinya. Padahal dengan berkembangnya bisnis dan kompetisi di masa sekarang, sulit sekali kita bisa bertahan di bisnis bila masih menerapkan cara berpikir abad lalu. Segala sesuatu yang ajeg, suatu saat akan terlindas oleh hal-hal inovatif yang tidak terpikirkan sebelumnya.

Saat ini DNA kreativitas menjadi tuntutan utama dalam darah setiap pekerja, bukan hanya ditumpukan pada segelintir golongan elit yang dianggap spesial. Permasalahannya, adakah kita masih salah kaprah mendefinisikan kreativitas itu?

Berpikir kreatif adalah kemampuan mempersepsikan sesuatu yang unik dalam gejala di sekitar kita, kemudian memperbaharui dan menemukan jalan keluar baru. Dan, jalan keluar baru itu adalah sesuatu yang dicari secara konstan, tidak ditemukan secara tiba-tiba. Jadi, bersikap dan berpikir kreatif justru perlu dianggap sebagai “way of life” dan “way of thinking” kita.

Melatih fokus untuk kreativitas
Bila kita melihat betapa orang bisa mendapatkan keuntungan finansial dari kreativitasnya, kita tidak bisa lagi meragukan bahwa cara pikir abad ke-21 haruslah jauh lebih progresif daripada waktu yang lalu. Untungnya, inovasi dan teknologi memudahkan kita untuk berkreasi, memunculkan ide, dan berkomunikasi. Tengoklah betapa sekarang orang awam bisa merekayasa hasil fotonya dengan mudah, walau di lain pihak, para profesional pun tetap mengembangkan teknologi fotografinya.

Kita juga melihat betapa biaya komunikasi dengan suara sudah diganti dengan teks. Terlepas dari dampak negatifnya, bukankah ini suatu penemuan kreatif untuk mengembangkan komunikasi?
Para ahli dan peneliti juga kini lebih leluasa untuk melakukan dua penelitian dalam waktu yang sama. Kita tinggal meng-google semua informasi yang relevan dan meng-update pengetahuan kita, sebelum meneruskan penelitian mengenai suatu subyek. Bahkan, dengan banjirnya informasi, kita pantas dibingungkan, bila kita tidak mengatur waktu.

Itulah sebabnya ada ahli yang mengatakan bahwa musuh kreativitas adalah penggunaan waktu. Kalau kita terjebak pada kesibukan lain dan tidak memberi fokus pada penyegaran kegiatan berpikir, maka kita tidak sempat memperbaiki cara pikir kita. Jadi quote: “Schedule it and it will happen” tetap berlaku, bukan sekadar untuk kegiatan bekerja saja, tetapi untuk segala sesuatu dalam hidup kita, termasuk berpikir kreatif.

“Modernize or die”
Terobosan besar seperti yang dilakukan Apple dengan meluncurkan “iPod” dan “iPad”, sekarang sering disebut para ahli sebagai “Big C”, yaitu inovasi yang berdampak luar biasa dan global. Hasil kreativitas ini memang hebat, namun sebetulnya bukan terobosan besar yang selalu diperlukan sebuah organisasi.

Organisasi pada umumnya justru membutuhkan kreativitas-kreativitas kecil atau “Small C”, tapi dalam jumlah banyak dan berkesinambungan yang menghasilkan solusi-solusi di lapangan. Bentuknya bisa dalam hal menservis pelanggan, menemukan kesempatan ataupun kontak-kontak baru, sehingga perusahaan berkembang tanpa selalu harus heboh.

Di sinilah tantangan nyata bagi organisasi, yaitu bukan sekadar untuk menjaga kinerja penjualan, tetapi juga memelihara kreativitas. Organisasi bisa saja tanpa sadar mengembangkan sekaligus membunuh kultur kreativitas, misalnya dengan melarang karyawan bermedia sosial di kantor. Meski dengan alasan meningkatkan produktivitas, pembatasan penggunaan media sosial sekaligus menghilangkan peluang karyawan untuk mengembangkan kontak, dan melihat kesempatan pengembangan bisnis. Berarti tantangannya adalah untuk memonitor pemanfaatan media sosial, namun bukan mematikannya sekaligus.

Google mengalokasikan 20 persen waktu karyawan, untuk melakukan apa saja yang “menghasilkan” kemajuan perusahaan. Justru hal inilah yang membuat perusahaan ini menjadi top employer di dunia, padahal semua orang tahu bahwa karyawannya bekerja sangat keras, long hours.

Berarti tugas kita adalah memikirkan tantangan yang lebih kompleks, tetapi asik. Pimpinan perusahaan, di samping tetap berpikir realistik dan praktis, juga perlu memikirkan bagaimana entrepreneurship-nya ditularkan pada karyawan, misalnya dengan membudayakan kebiasaan menghitung dan mengambil risiko lebih banyak pada level yang lebih muda.

Perusahaan tidak hanya cukup dengan mendengungkan kerja tim, namun sekaligus perlu menggarap resolusi konflik dalam kelompok-kelompok kecil di perusahaan. Mengapa? Karena konflik menumbuhkan frustrasi, dan frustrasi membunuh kreativitas. Perbedaan pendapat, nilai, dan cara, perlu terdeteksi dan ter-handle dengan baik bila kita ingin kreativitas tumbuh. Yang jelas, kita perlu meninggalkan “negative workload pressures” dan merekayasa agar kreativitas tumbuh secara natural. Saatnya kita bergerak dan meninggalkan yang konservatif. Modernize or die!
(Eileen Rachman/Sylvina Savitri, EXPERD Consultant)

Sumber: Kompas Cetak, kompas.com
(http://www.bijak.web.id/kisah-sukses/dini-makmun-ceo-di-usia-38-tahun.html#chitika_close_button)

Umur 25 Sudah Punya "150 Franchise " !!!

Memulai bisnis tak perlu menunggu puluhan tahun bekerja dengan orang lain untuk mengumpulkan modal dan menanti hingga modalnya bernilai miliaran. Memulai bisnis juga tak perlu menunggu usia mendekati senja karena bisnis bisa dimulai hari ini, di usia Anda yang masih sangat muda.

Hal ini disampaikan tiga pebisnis muda yang telah berhasil mendirikan usaha mereka sendiri dan terbebas dari belenggu menjadi karyawan. Tiga pebisnis muda tersebut adalah Denny Delyandri (lulusan Universitas Andalas Padang), Firmansyah Budi Prasetyo (lulusan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta), dan Riezka Rahmatiana (lulusan Universitas Padjadjaran Bandung).

Ketiga pebisnis ini masih berusia 25 hingga 30 tahun dan sudah memiliki bisnis yang sukses, padahal bidang bisnis mereka tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan masing-masing. Denny adalah Sarjana Teknik Elektro yang kini pemilik bisnis Oleh-Oleh Khas Batam. Firman adalah Sarjana Hukum yang kini berbisnis cake dan brownies dari singkong dengan brand Cokro Tela Cake. Sedangkan Riezka, Sarjana Ilmu Komunikasi yang berbisnis es pisang ijo, jajanan khas Makassar. Mereka sama-sama pernah bekerja di perusahaan tertentu dan berpikir, apa yang akan mereka dapatkan 10 tahun ke depan jika tetap jadi karyawan?

Denny menceritakan bahwa bisnisnya dimulai dari dapur yang ada di rumahnya. Awalnya ia menjual kerupuk udang, pisang goreng, dan jajanan ringan lain yang dibungkus lalu dipasarkan di sekitar rumah. Tahun 2007 ia memiliki ide untuk membangun brand Oleh-Oleh Khas Batam karena saat itu belum ada yang bisa mengklaim sebagai pembuat oleh-oleh khas Batam. Ia pun mencoba membuat sesuatu yang beda, yakni membuat cake dari pisang. Cake pisangnya ternyata mendapat sambutan baik dari konsumen hingga sekarang.

Sedangkan Firman yang memiliki bisnis cake berbahan dasar singkong, awalnya memperhatikan bahwa cake atau brownies di Indonesia kebanyakan bahan bakunya impor. Firman kemudian mencoba membuat kedua jenis makanan tersebut menggunakan tepung singkong dan dicampur singkong asli. “Pisang, singkong, ternyata lebih mahal ketika dikreasikan menjadi cake,” ujar Firman dalam talkshow “Sukses Berbisnis di Usia Muda” di Jakarta Convention Center, Jumat (19/8/2011) lalu.

Riezka memutuskan untuk membangun usaha Pisang Ijo JustMine ketika ia menikmati jajanan ini di rumah makan khas Makassar. “Waktu itu saya pikir, sayang sekali kalau makanan sesegar ini hanya bisa ditemukan di rumah makan khas Makassar yang sulit dicari,” ujar Riezka. Ia pun langsung mencoba membuat pisang ijo buatannya sendiri, dan menjualnya di mana saja. Kini, pisang ijo buatannya telah memiliki 150 cabang franchise.

Disinggung mengenai motivasi awal mendirikan bisnis, Firman mengatakan, Indonesia diprediksi akan jadi negara kelima terbesar di dunia. Saat itu tiba, ia tidak ingin hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain. Sementara Denny memiliki motivasi berbisnis cake karena ia sangat menyukai roti. Ia melihat bahwa roti kebanyakan dibuat dari tepung terigu. Ia ingin mencoba buat cake dari bahan tepung singkong yang berbeda dari biasanya. Motivasi Riezka lain lagi, ia ingin pisang ijo bisa dinikmati semua orang di mana saja, tak perlu ke rumah makan khas Makassar.

Selama mendirikan bisnis, mereka tentu pernah merasakan jatuh-bangun. Untuk bisa bertahan, Firman selalu teringat motivasi awalnya, yakni ingin menjadi pemain, bukan penonton. Sedangkan Denny bertahan karena ia mengaku memiliki jiwa entrepreneur sehingga ia memiliki sense of spirit yang lebih besar dibandingkan orang lain. Jiwa entrepreneur jugalah yang membuat Riezka selalu bisa menyiasati penjualan dengan cara-cara yang khas, yang bisa melekat di benak konsumen.

Meskipun kini mereka tergolong sukses, tetapi mereka masih melakukan mentoring. Denny memiliki prinsip bahwa proses belajar tidak boleh terhenti. Maka, mentoring akan terus dilakukannya, baik bertemu langsung maupun melalui teknologi informasi. Firman sendiri mengaku mentoring dimanfaatkannya untuk menggali ilmu sekaligus mendapat inspirasi. Ia merasa terpacu setiap kali melihat mentor-mentornya sukses. Sedangkan Riezka mengaku senang mendapat mentor dari komunitas Womenpreneur Indonesia yang sering mengadakan pertemuan sehingga ia bisa sharing tentang masalah dan mencari solusinya bersama-sama.

Saran dari mereka bertiga bagi pengusaha pemula yang ingin memulai usaha adalah: rajin melihat, mengamati, meniru, dan memodifikasi produk-produk sejenis (Firman). Sedangkan Denny mengatakan, pengusaha harus memiliki modal percaya diri, mampu mengorganisasi keahlian diri sendiri dan keahlian orang lain, memiliki jaringan yang luas, dan mampu mempertahankan kepercayaan orang lain. Selain itu, Riezka mengingatkan untuk selalu memancang niat, tetap fokus, dan menjalani dengan tekun.

sumber: kompas.com

Tips Sukses Bob Sadino Untuk Kaum Muda

Pengusaha sukses bidang pertanian Bob Sadino mengajak generasi muda untuk tidak takut mencoba sesuatu hal yang baru. “Ingin sukses, jangan takut mencoba,” kata Bob di hadapan puluhan peserta acara Launching Program CSR “Go Entrepreneur” oleh Perum Pegadaian.

Menurut Bob, kunci sukses adalah tidak mudah menyerah dan jangan takut untuk gagal. “Dengan kegagalan, kita bisa belajar bagaimana ke depan lebih baik lagi. Jadi, jangan pernah takut untuk gagal,” kata entrepreneur sukses asli Indonesia ini.

Di hadapan ratusan pengunjung Mall Botani Square, Bob yang tampil dengan gaya khas baju kemeja putih kotak-kotak dipadu celana jins pendek menyampaikan beberapa pengalamannya tentang memulai sebuah usaha tanpa harus menggunakan modal besar. “Yang penting ada kemauan dan berani menerima kegagalan. Semua usaha jenis apa pun akan tetap jalan. Usaha yang paling bertahan lama ada agropreneur,” kata Bob.

Ia berpendapat selama langit masih membentang, selama itu pula usaha perkebunan akan terus berjalan. Namun, lanjut Bob, tinggal sumber daya manusia (SDM) yang mengelolanya.

“Sumber daya alam terbentang luas. kita bersyukur Indonesia alamnya subur dan kaya, tapi SDM Indonesia yang kurang mampu memanfaatkannya,” kata bapak dua orang putri ini.

Bob mengatakan, peluang bisnis pertanian cukup besar, tidak hanya pasar internasional saja, tetapi pasar dalam negeri Indonesia juga sangat menjanjikan untuk perkembangan bisnis pertanian tersebut. Bob mengatakan, semakin banyaknya minat generasi muda untuk berwirausaha dapat meningkatkan jumlah usahawan Indonesia yang saat ini hanya 1,8 persen dari total penduduk Indonesia.

Acara bincang-bincang selama satu jam lebih tersebut berlangsung cukup menarik. Sejumlah mahasiswa yang hadir dalam acara launching program CSR “Go Entrepreneur” oleh Perum Pegadaian sangat antusias bertanya kepada Bob. Dipandu oleh MC Shanaz Haque, suasana acara kian bermakna. Hal itu semakin semarak dengan jawaban nyeleneh Bob yang membuat gelak tawa peserta.

Bob merupakan tokoh entrepreneurship Indonesia yang mampu meretas batas kewajaran bahwa bisnis harus dijalankan dengan kegigihan dan kerja keras. Menurut Bob, usaha dijalankan dengan kesenangan bukan karena keterpaksaan. Tidak harus cerdas dan bekerja keras untuk menjadi pengusaha sukses. Menurutnya, seorang pengusaha harus bisa melihat peluang dan berani mengambil risiko.

Semua telah dibuktikan oleh Bob, entrepreneur sukses yang memulai usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Pendiri dan pemilik tunggal Kem Chicks (supermarket) ini pernah menjadi sopir taksi dan karyawan Unilever yang kemudian menjadi pengusaha sukses.

sumber: kompas.com

Selasa, 08 Oktober 2013

CONTOH KASUS PELANGGARAN ETIKA BISNIS

Enam Merek Kosmetik Tidak Penuhi Standar BPOM

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mempublikasikan 17 item kosmetik dari enam merek yang mengandung bahan berbahaya dan dilarang. Tujuh belas merek tersebut tidak memenuhi tiga standar yang ditetapkan BPOM untuk beredar, yaitu standar keamanan, manfaat,  dan mutu.

Untuk tahun ini, Kepala BPOM Lucky S. Slamet mengatakan kosmetik paling banyak temuannya, baik yang ilegal maupun yang mengandung bahan berbahaya. "Ini karena diperjualbelikannya bebas, tak perlu pengawalan khusus," kata dia di kantornya, Senin, 13 Mei 2013.

Setidaknya, ada tiga bahan berbahaya yang dalam kosmetik temuan BPOM tersebut, yaitu hidrokinon, merkuri, dan asam retinoat. Hidrokuinon diperbolehkan penggunaannya untuk obat dan harus dengan resep dokter. Resep ini bukan untuk kosmetik karena dapat menimbulkan iritasi pada kulit wajah. Sedangkan penggunaan merkuri dan asam retinoat sama sekali dilarang.

Tujuh belas item yang terdiri dari enam merek ini dijual dengan sistem online, di klinik kecantikan,  dan salon. Keenam merek tersebut dijual dengan harga yang cukup tinggi, yaitu sekitar Rp 700 ribu sampai Rp 2 juta.

Direktur Izin dan Sertifikasi Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplimen BPOM, Sukiman Said Umar, mengakui paling sulit mengawasi penjualan melalui sistem online. "Karena tidak ketahuan tempatnya, tidak bisa kami pegang, berbeda dengan klinik dan salon," kata dia.

Sukiman menjelaskan, untuk mengawasi penjualan online, BPOM bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika agar bisa membantu pengawasan. Selain itu, BPOM juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi dalam mengeluarkan izin usaha. "Kalau untuk izin produk tetap di kami," kata dia.

Berikut adalah enam merek temuan BPOM:

1. TABITA
Daily Cream
Nightly Cream
Skin Care Smooth Lotion

2.GREEN ALVINA
Walet Cream Mild Night Cream
Night Cream Acne

3.CHRYSANT 24 Skin Care
Pemutih Ketiak
Cream Malam Jasmine
AHA Toner No.1
AHA Toner No.2
AHA Toner No.2+

4.HAYFA
Sunblock Acne Cream Natural Pagi-Sore
Acne Morning Pagi-Sore

5.Dr. NUR HIDAYAT, SpKK
Acne Lotion
Cream Malam Prima 1
Acne Cream Malam

6.CANTIK
Whitening Vit.E Night Cream
Whitening Vit.E Day Cream


Sumber :
 http://www.tempo.co/read/news/2013/05/13/173479948/Enam-Merek-Kosmetik-Tidak-Penuhi-Standar-BPOM

Polisi Gerebek Pabrik Tabung Gas Ilegal di Tangerang

Jumat, 09 Juli 2010, 03:27 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya menggerebek pabrik produksi tabung gas ilegal di Pusat Pergudangan Blok G Nomor 38 Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (6/7). "Pabrik ilegal itu memproduksi tabung gas ukuran tiga kilogram," kata Kepala Satuan Industri Perdagangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Sandy Nugroho di Jakarta, Kamis.

Sandy mengatakan, penyidik berhasil menangkap satu orang tersangka bernama SU dan menyita 8.700 unit tabung gas ukuran tiga kilogram yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), delapan unit mesin produksi, 10 unit mesin potong, dan tiga unit mesin pembuat lubang bagian bawah tabung. Menurut dia, pelaku menggunakan modus memproduksi tabung tanpa surat izin usaha industri yang tidak sesuai dengan standar persyaratan dari PT Pertamina dan menjualnya kepada masyarakat.

Saat ini, polisi masih mengembangkan untuk mengungkap kasus apakah pabrik ini terkait dengan pembuatan tabung ilegal lainnya.Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Boy Rafli Amar menuturkan poduksi tabung gas ilegal itu berbahaya karena berpotensi menyebabkan kebakaran atau ledakan.

"Perbuatan tersangka membahayakan konsumen karena tabung gas tidak memenuhi standar baku," tutur Boy. Penyidik menjerat tersangka sesuai pelanggaran Pasal 62 ayat (1) Jo. Pasal 8 ayat (1a), Pasal 9, 10 ayat (1 c dan d) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 24 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Industri dengan ancaman hukuman penjara lebih dari lima tahun.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Ant


Sumber : 
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/hukum/10/07/09/123846-polisi-gerebek-pabrik-tabung-gas-ilegal-di-tangerang


Tanggapan mengenai artikel di atas :
Dari ke dua kasus diatas jelas sekali bahwa bisnis yang mereka jalani tidak menerapkan etika dalam berbisnis dimana produk yang mereka buat tidak memenuhi standar baku yaitu standar keamanan, manfaat,  dan mutu untuk keselamatan para konsumen dan malah merugikan konsumen itu sendiri.

Etika seharusnya diterapkan dalam bisnis dengan menunjukan bahwa etika mengatur semua aktifitas manusia yang disengaja, dan karena bisnis aktivitas manusia yang disengaja, etika juga hendaknya berperan dalam bisnis. Argument lain berpandangan bahwa, aktivitas bisnis, seperti juga aktivitas manusia lainnya, tidak dapat eksist kecuali orang yang terlibat dalam bisnis dan komunitas sekitarnya taat terhadap standar minimal etika. Bisnis merupakan aktifitas kooperatif yang eksistensinya mensyaratkan prilaku eksis.

Sebagian besar orang akan menilai perilaku etis dengan menghukum siapa saja yang mereka persepsi berprilaku tidak etis, dan menghargai siapa saja yang mereka persepsi berprilaku etis. Pelanggan akan melawan perusahaan jika mereka mempersepsi ketidakadilan yang dilakukan perusahaan dalam bisnis lainnya, dan mengurangi minat mereka untuk membeli produknya.

TEORI ETIKA BISNIS

     Etika merupakan studi standar moral yang tujuan eksplisitnya adalah menentukan standar yang benar atau yang didukung oleh penalaran yang baik, dan dengan demikian etika mencoba mencapai kesimpulan tentang moral yang benar dan salah, dan moral yang baik dan jahat.

     Etika bisnis merupakan etika terapan. Etika bisnis merupakan aplikasi pemahaman kita tentang apa yang baik dan benar untuk beragam institusi, teknologi, transaksi, aktivitas dan usaha yang kita sebut bisnis. Etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam system dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada didalam organisasi.

     Dalam masyarakat tanpa etika, seperti ditulis filsuf Hobbes, ketidakpercayaan dan kepentingan diri yang tidak terbatas akan menciptakan “perang antar manusia terhadap manusia lain”, dan dalam situasi seperti itu hidup akan menjadi “kotor, brutal, dan dangkal”. Karenanya dalam masyarakat seperti itu, tidak mungkin dapat melakukan aktivitas bisnis, dan bisnis akan hancur. Karena bisnis tidak dapat bertahan hidup tanpa etika, maka kepentingan bisnis yang paling utama adalah mempromosikan prilaku etika kepada anggotanya dan juga masyarakat luas.

Pengertian Etika Berdasarkan Bahasa 
Menurut bahasa Yunani Kuno, etika berasal dari kata ethikos yang berarti “timbul dari kebiasaan”. Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika) (id.wikipedia.org).
Etika bisnis memiliki padanan kata yang bervariasi, yaitu (Bertens, 2000):
1. Bahasa Belanda à bedrijfsethiek (etika perusahaan).
2. Bahasa Jerman à Unternehmensethik (etika usaha).
3. Bahasa Inggris à corporate ethics (etika korporasi).

Pengertian Etika Bisnis
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005).
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:
1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan
 
Ada 3 jenis masalah yang dihadapi dalam Etika yaitu
1. Sistematik
Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hukum, dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.
2. Korporasi
Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan, praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.
3. Individu
Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.

Jenis-Jenis Etika
1.      ETIKA DESKRIPTIF, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikerjar oleh manusia dalam hidup ini sebagai suatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang perilaku/sikap yang akan diambil.
2.      ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.

Secara umum Etika  dapat dibagi menjadi:
1.        Etika Umum berbicara mengenai norma dan nilai moral, kondisi-kondisi dasar bagi manusia untuk bertindak secara etis,bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika, lembaga-lembaga normatif dan semacamnya.
2.        Etika Khusus adalah penerapan prinsip-prinsip atau norma-norma moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud: Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis: cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan/tindakan, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada akibatnya.

Etika Khusus dibagi lagi menjadi 3:
a.    Etika Individual lebih menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
b.    Etika Sosial berbicara mengenai kewajiban dan hak, sikap dan pola perilaku manusia sebagai makhluk sosial dalam interaksinya dengan sesamanya.
Etika individual dan etika sosial tidak dapat dipisahkan. Karena kewajiban seseorang terhadap dirinya berkaitan langsung dan dalam banyak hal mempengaruhi pula kewajibannya dengan orang lain, dan demikian pula sebaliknya. Etika sosial menyangkut hungan manusia dengan manusia lain.
Dengan demikian luasnya lingkup dari etika sosial, maka etika sosial ini terbagi atau terpecah menjadi banyak bagian/bidang. Dan pembahasan bidang yang paling aktual saat ini adalah mengenai:
a.       Sikap terhadap sesama
b.      Etika keluarga
c.       Etika profesi
d.      Etika politik
e.       Etika lingkungan
f.       Etika ideology

c.       Etika Lingkungan Hidup, menjelaskan hubungan antara manusia dengan lingkungan sekitarnya dan juga hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya yang secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada lingkungan hidup secara keseluruhan.

Teori Etika
a. Etika teleologi
Etika teleologi yaitu etika yang mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang hendak dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibatnya yang ditimbulkan atas tindakan yang dilakukan. Suatu tindakan dinilai baik, jika bertujuan mencapai sesuatu yang baik,atau akibat yang ditimbulkannya baik dan bermanfaat. Misalnya : mencuri sebagai etika teleology tidak dinilai baik atau buruk. berdasarkan tindakan itu sendiri, melainkan oleh tujuan dan akibat dari tindakan itu. Jika tujuannya baik, maka tindakan itu dinilai baik. Contoh seorang anak mencuri untuk membiayai berobat ibunya yang sedang sakit, tindakan ini baik untuk moral kemanusian tetapi dari aspek hukum jelas tindakan ini melanggar hukum. Sehingga etika teologi lebih bersifat situasional, karena tujuan dan akibatnya suatu tindakan bisa sangat bergantung pada situasi khusus tertentu. Karena itu setiap norma dan kewajiban moral tidak bisa berlaku begitu saja dalam situasi sebagaimana dimaksudkan.
Filosofinya:
·   Egoism
Perilaku yang dapat diterima tergantung pada konsekuensinya. Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya.Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadihedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar. Memaksimalkan kepentingan kita terkait erat dengan akibat yang kita terima.

·  Utilitarianism
Semakin tinggi kegunaannya maka semakin tinggi nilainya. Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.

b. Teori Deontologi
Teori Deontologi yaitu : berasal dari bahasa Yunani , “Deon“ berarti tugas dan “logos” berarti pengetahhuan. Sehingga Etika Deontologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Suatu tindakan itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibatnya atau tujuan baik dari tindakanyang dilakukan, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada diri sendiri. Dengan kata lainnya, bahwa tindakan itu bernilai moral karena tindakan itu dilaksanakan terlepas dari tujuan atau akibat dari tindkan itu. Contoh : jika seseorang diberi tugas dan melaksanakanny sesuai dengan tugas maka itu dianggap benar, sedang dikatakan salah jika tidak melaksanakan tugas.

Bisnis Dan Etika
Mitos Bisnis Amoral
Mengungkapkan suatu keyakinan bahwa antara bisnis dan moralitas atau etika tidak ada hubungan sama sekali. Etika justru bertentangan dengan bisnis dan akan membuat pelaku bisnis kalah dalam persaingan bisnis yang ketat. Orang bisnis tidak perlu memperhatikan imbauan-imbauan, norma-norma dan nilai moral

Argumen:
- Bisnis adalah suatu persaingan, sehingga pelaku bisnis harus berusaha dengan segala cara dan upaya untuk bisa menang
- Aturan yang dipakai dalam permainan penuh persaingan, berbeda dari aturan yang dikenal dalam kehidupan sosial sehingga tidak bisa dinilai dengan aturan moral dan sosial
- Orang bisnis yang mau mematuhi aturan moral atau etika akan berada pada posisi yang tidak menguntungkan

Mitos bisnis amoral tidak sepenuhnya benar
- Beberapa perusahaan ternyata bisa berhasil karena memegang teguh kode etis dan komitmen moral tertentu
- Bisnis adalah bagian aktivitas yang penting dari masyarakat, sehingga norma atau nilai yang dianggap baik dan berlaku di masyarakat ikut dibawa serta dalam kegiatan bisnis
- Harus dibedakan antara legalitas dan moralitas

Keutamaan Etika bisnis
1. Dalam bisnis modern, para pelaku bisnis dituntut untuk menjadi orang-orang profesional di bidangnya. Perusahaan yang unggul bukan hanya memiliki kinerja dalam bisnis,manajerial dan finansial yang baik akan tetapi juga kinerja etis dan etos bisnis yang baik.
2. Dalam persaingan bisnis yang sangat ketat,maka konsumen benar-benar raja Kepercayaan konsumen dijaga dengan memperlihatkan citra bisnis yang baik dan etis.
3. Dalam sistem pasar terbuka dengan peran pemerintah yang menjamin kepentingan dan hak bagi semua pihak, maka perusahaan harus menjalankan bisnisnya dengan baik dan etis
Sasaran dan Lingkup Etika Bisnis
1. Etika bisnis bertujuan untuk menghimbau pelaku bisnis agar menjalankan bisnisnya secara baik dan etis
2. Untuk menyadarkan masyarakat khususnya konsumen, buruh atau karyawan dan masyarakat luas akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar oleh praktek bisnis siapapun juga
3. Etika bisnis juga berbicara mengenai sistem ekonomi yang sangat menentukan etis tidaknya suatu praktek bisnis

Prinsip-prinsip Etika Bisnis
1. Prinsip otonomi
Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
2. Prinsip Kejujuran
a. Kejujuran dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak
b. Kejujuran dalam penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga sebanding
c. Kejujuran dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan
3. Prinsip Keadilan
Prinsip keadilan menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai dengan kriteria yang rasional objektif dan dapat dipertanggung jawabkan
 

Sumber :
http://windyghodel.wordpress.com/2012/10/23/pengertian-dan-teori-etika-bisnis/
http://rivaldiligia.wordpress.com/2012/11/22/teori-etika-bisnis-dan-pengertian-nya/
http://ferilferdian87.blogspot.com/2012/10/teori-teori-didalam-etika-bisnis.html